Sunday, December 12, 2010

Ikhlas Haji Terpisah, Bersama di tahun selanjutnya


Pengalaman ini memang bukan pengalamank sendiri. saat pelajaran agama guruku menceritakan pengalaman temannya ketika berhaji. namanya lilik fauzia. Bu lilik fauzia ini adalah guru di SMPN 1 Candi. kisah ini terjadi pada tahun 2004.
Beliau berhaji dengan suaminya namun sayangnya mereka terpisah. padahal keinginan dan cita-cita mereka adalah berhaji bersama. haji beliau terpisah dikarenakan beliau mendaftar haji terlambat beberapa bulan dari suaminya. segala cara beliau tempuh agar bisa berhaji dengan suami tercinta. namun sayangnya hasilnya tidak ada. ketika berhaji beliau dan suaminya sering menelpon ke kediamannya. telpon yang dilakukan tidak terhitung berapa kali, karena saking sayangnya kepada keluarga, begitu juga dengan suaminya dia juga sering menelpon keluarga.

Disana bu lilik merasa sedih karena tidak dapat berdo'a bersama suaminya. kemudian dia berdo'a agar dia tidak akan pernah menangis walaupun sesedih apapun serta ingin bisa berdo'a bersama dengan suaminya di tanah suci.

Saat kembali ke tanah air beliau dan suaminya bertemu, kemudian yang mengejutkan ponsel bu lilik menerima pesan dan itu dari TELKOMSEL. pesannya intinya menginformasikan bahwa Bu lilik tahun depan berhak berangkat haji ONH plus bersama suaminya. Bu lilik langsung sujud syukur dan segera menginfokan kepada suaminya. dalam hajinya di tahun 2005, hajinya begitu istimewa, disamping bersama suami, hotel yang mereka pakai adalah hotel berkelas yang letaknya tidak jauh dari ka'bah.

Dan yang istimewa lagi, semenjak pulang dari hajinya yang pertama, Bu lilik ini tidak pernah menangis walaupun bersedih....

itu sedikit cerita dari ku. yang intinya: "Sebagai manusia, kita harus berdo'a. berdo'a merupakan sesuatu bahwa kiat membutuhkan sang pencipta".
Semoga bermanfaat......

3 comments:

Arkan Aziz Kusuma said...

Banyak banget kang postingan yang ngebawa Telkomsel?

Muhammad Chandra said...

Kalau rezeki itu emang gak kemana kok :D

BLOG Si YAQIN said...

Arkan: hehehe
Muhammad chandra: he'em gua stuju

Post a Comment